Apakah Shalat Fardhu Bisa Diqodho (Diganti)?

Apakah bisa shalat yang pernah ditinggalkan selama beberapa waktu karena sebab lupa, sengaja atau sebab lain bisa untuk diqodho (diganti)?

 

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ عَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ وَعَنِ الصَّبِىِّ حَتَّى يَشِبَّ وَعَنِ الْمَعْتُوهِ حَتَّى يَعْقِلَ

“Pena diangkat dari tiga golongan: (1) orang yang tidur sampai ia bangun, (2) anak kecil hingga ia baligh, dan (3) orang gila hingga ia sadar” [HR. Tirmidzi no. 1423, dishahihkan oleh syaikh Al Albani]

Dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

مَنْ نَسِيَ صَلَاةً فَلْيُصَلِّ إِذَا ذَكَرَهَا لَا كَفَّارَةَ لَهَا إِلَّا ذَلِكَ: وَأَقِمْ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

“Barangsiapa lupa suatu shalat, maka hendaklah dia melaksanakannya ketika dia ingat. Karena tidak ada tebusannya kecuali itu. Allah berfirman: ‘(Dan tegakkanlah shalat untuk mengingat-Ku).” (QS. Thaha: 14). (HR. Al-Bukhari no. 597 dan Muslim no. 1102)

Dari Abu Qatadah dia berkata:

سِرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ لَوْ عَرَّسْتَ بِنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَخَافُ أَنْ تَنَامُوا عَنْ الصَّلَاةِ قَالَ بِلَالٌ أَنَا أُوقِظُكُمْ فَاضْطَجَعُوا وَأَسْنَدَ بِلَالٌ ظَهْرَهُ إِلَى رَاحِلَتِهِ فَغَلَبَتْهُ عَيْنَاهُ فَنَامَ فَاسْتَيْقَظَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ طَلَعَ حَاجِبُ الشَّمْسِ فَقَالَ يَا بِلَالُ أَيْنَ مَا قُلْتَ قَالَ مَا أُلْقِيَتْ عَلَيَّ نَوْمَةٌ مِثْلُهَا قَطُّ قَالَ إِنَّ اللَّهَ قَبَضَ أَرْوَاحَكُمْ حِينَ شَاءَ وَرَدَّهَا عَلَيْكُمْ حِينَ شَاءَ يَا بِلَالُ قُمْ فَأَذِّنْ بِالنَّاسِ بِالصَّلَاةِ فَتَوَضَّأَ فَلَمَّا ارْتَفَعَتْ الشَّمْسُ وَابْيَاضَّتْ قَامَ فَصَلَّى

 “Kami pernah berjalan bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada suatu malam. Sebagian kaum lalu berkata, “Wahai Rasulullah, sekiranya anda mau istirahat sebentar bersama kami?” Beliau menjawab: “Aku khawatir kalian tertidur sehingga terlewatkan shalat.” Bilal berkata, “Aku akan membangunkan kalian.” Maka merekapun berbaring, sedangkan Bilal bersandar pada hewan tunggannganya, tapi rasa kantuknya mengalahkannya dan akhirnya iapun tertidur. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terbangun ternyata matahari sudah terbit, maka beliau pun bersabda: “Wahai Bilal, mana bukti yang kau ucapkan!” Bilal menjawab: “Aku belum pernah sekalipun merasakan kantuk seperti ini sebelumnya.” Beliau lalu bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla memegang ruh-ruh kalian sesuai kehendak-Nya dan mengembalikannya kepada kalian sekehendak-Nya pula. Wahai Bilal, berdiri dan adzanlah (umumkan) kepada orang-orang untuk shalat!” kemudian beliau berwudhu, ketika matahari meninggi dan tampak sinar putihnya, beliau pun berdiri melaksanakan shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 595)

Di samping itu, juga terdapat sebuah riwayat dari ‘Ammar ketika ia pingsan dan tidak sadarkan diri sampai 3 hari. Ketika sadar ia bertanya, “Aku sudah shalat apa belum?” Teman-temannya menjawab, “Engkau tidak shalat selama tiga hari.” Lantas ‘Ammar pun berdiri dan melaksanakan shalat untuk tiga hari yang ia luput. Ada dari riwayat ‘Imron bin Hushain dan Jundub radhiyallahu ‘anhuma yang semisal itu. Dan tidak diketahui ada yang menyelisihi hal ini sehingga seakan-akan sebagai ijma’ (kata sepakat sahabat).

Faidah hadits:

  • Seseorang yang waras setelah mengalami gangguan jiwa dihukumi seperti hukum anak yang belum baligh, yakni tidak ada kewajiban syariat, sehingga ia tidak perlu mengqodho shalat yang tertinggal ketika gangguan jiwanya tersebut.
  • Seseorang yang luput shalatnya hingga keluar batas waktunya untuk keadaan seperti lupa, atau tersibukkan oleh perkara lain hingga ia lupa, pingsan, tertidur, maka disyari’atkan untuk mengganti seluruh shalatnya yang luput tersebut sesegera mungkin. Hal ini berdasarkan kisah luputnya rasulullah dan para sahabat dari shalat subuh di atas.
  • Keadaan yang memaksa seseorang sehingga ia terluput dari shalatnya, maka ia disyariatkan mengqodho shalatnya tersebut, sesegera mungkin. Hal ini berdasarkan hadits luputnya shalat para sahabat di perang Khandaq di atas.
  • Jika seseorang tak sadarkan diri sehingga luput shalat yang disebabkan pengaruh obat bius (artinya atas pilihan sendiri), lalu baru tersadar setelah lewat waktunya, maka ia punya kewajiban mengqodho’ shalat. Kondisi kedua ini dikenai kewajiban qodho’ karena ia pingsan atas pilihannya sendiri.
  • Kaedah penting yang diberikan oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rahimahullah di mana beliau berkata, “Jika seseorang hilang kesadaran atas pilihannya sendiri, maka ada kewajiban qodho’. Jika hilang kesadaran bukan atas pilihan sendiri, maka tidak ada qodho’.” (Syarhul Mumthi’, 2: 19).
  • Apabila shalat yang terluput lebih dari satu shalat (misal: shalat zhuhur & ashar), maka ia qodho shalat tersebut secara tartib (berurutan, misalnya zhuhur, kemudian ashar). Hal ini berdasarkan hadits jabir di atas.
  • Tidak mengapa untuk tidak tartib apabila dijumpai keadaan seperti:
  1. Khawatir waktu shalat saat itu hampir habis.
    Misalnya ketika ia berada di penghujung waktu shalat maghrib dan dalam keadaan akan mengqodho shalat asharnya. Maka shalat asharnya ditangguhkan, dan ia shalat maghrib dahulu.

2. Lupa.
Misalnya ketika ia sedang mengqodho shalat ashar, ia baru teringat kalau ia juga luput shalat maghrib.

3. Khawatir ketinggalan shalat jamaah.

4. Khawatir ketinggalan shalat jumat.

5. Tidak tahu hukumnya.

[Lihat penjabaran masalahnya dalam Asy-Syarh Al-Mumti’ (2/143-148) karya Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin rahimahullah. ]

 ——————————————————————————————

Note: beberapa faidah tersebut diambil dan dikumpulkan dari beberapa catatan dan rekaman kajian asatidzah.

One response to “Apakah Shalat Fardhu Bisa Diqodho (Diganti)?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s